Partner of FM World Whatspp : 081261775397
Pembayaran dengan Transfer BCA, Mandiri

Mahathir telepon Jokowi sampaikan belasungkawa gempa Lombok

Jakarta (ANTARA News) – Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad menelepon langsung Presiden Joko Widodo untuk menyampaikan rasa belasungkawa dan simpatinya atas gempa bumi yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu, 5 Agustus 2018.

PM Mahathir menyampaikan hal tersebut melalui pembicaraan telepon kepada Presiden Joko Widodo, Selasa, 7 Agustus 2018, sekitar pukul 15.00 WIB, sebagaimana disampaikan tertulis Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.

“Yang Mulia Tun Mahathir, terima kasih atas telepon Bapak. Atas nama pemerintah dan rakyat Indonesia, saya menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian pemerintah dan rakyat Malaysia terhadap bencana gempa bumi di Lombok Utara yang juga terasa di Bali dan Jawa bagian timur,” kata Presiden di Istana Merdeka.

Baca juga: PM Jepang sampaikan simpati untuk korban gempa Lombok
Baca juga: Kedekatan Jokowi-Mahathir bawa dimensi baru hubungan Indonesia-Malaysia

Kepada PM Mahathir, Presiden menceritakan kejadian gempa dan menyampaikan jumlah korban meninggal dunia hingga saat ini yaitu 105 orang dan korban luka-luka sebanyak 236 orang.

Saat ini, kata Presiden, penanganan dampak bencana dan proses evakuasi terus dilakukan, termasuk melakukan evakuasi warga negara asing.

“Sekali lagi, terima kasih atas persaudaraan yang ditunjukkan Malaysia. Terima kasih atas telepon Tun Mahathir yang sedang berada di Jepang,” kata Presiden.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memerintahkan kepada jajarannya terutama Menkopolhukam untuk berkoordinasi dengan seluruh stakeholder menangani dampak gempa yang terjadi di Lombok, Minggu, 5 Agustus 2018 dengan upaya terbaik.

Penanganan yang dimaksud Presiden meliputi evakuasi korban meninggal dan luka-luka, meski sebagian di antaranya sudah ditangani termasuk di antaranya logistik.

Ia bahkan memastikan bantuan logistik sudah dikirimkan segera sesaat setelah bencana tersebut terjadi termasuk dokter dan paramedis.

Pewarta: Hanni Sofia
Editor: Desi Purnamawati
COPYRIGHT © ANTARA 2018