Partner of FM World Whatspp : 081261775397
Pembayaran dengan Transfer BCA, Mandiri

Nigeria jaga peluang ke 16 besar berkat dwigol Ahmed Musa

Jakarta (ANTARA News) – Nigeria menjaga asa lolos ke fase 16 besar PIala Dunia 2018 usai berhasil menumbangkan Islandia dalam pertarungan Grup D yang dilangsungkan di Volgograd Arena, Volgograd, Rusia, Jumat malam WIB.

Gol bagi tim asuhan Gernot Rohr tersebut, dicetak oleh penyerangnya, Ahmed Musa pada menit 49 dan 75.

Nigeria yang sejak awal pertandingan memasang Onyinye Wilfred Ndidi, Kelechi Iheanacho, Ahmed Musa, John Obi Mikel dan Victor Moses, sebagai “starting line-up”, terlihat lebih dominan dalam penguasaan bola dari Islandia yang menurunkan Gylfi Sigurdsson, Alfred Finbogasson, Birkir Bjarnason dan sang kapten Aron Gunnarsson.

Dari statistik pertandingan, NIgeria mendapatkan 57 persen penguasaan bola berbanding 43 persen milik Islandia.

Baca juga: Nigeria versus Islandia tanpa gol di babak pertama

Islandia yang mengandalkan pertahanan rapat dan permainan terpola, mampu menahan permainan cepat dan bertenaga dari Nigeria di babak pertama. Hingga akhirnya pada menit ke-49 lewat pemain CSKA Moskow, Ahmed Musa, yang memanfaatkan umpan lambung yang dilesakan Victor Moses dari sisi kiri pertahanan Islandia, mampu merubah kedudukan 1-0 untuk Nigeria.

Gol Musa tersebut, membuat Nigeria bermain lebih percaya diri dan mulai melesakan serangan-serangan berbahayanya, salah satunya tendangan yang dilesakan gelandang Leicester City, Onyinye Wilfred Ndidi, dari luar kotak pinalti pada menit ke-57, namun mampu ditepis penjaga gawang Islandia, Hannes Thor Halldorsson. imagePemain depan Nigeria Ahmed Musa (belakang) menghindari penjaga gawang Islandia Hannes Halldorsson pada perjalanan untuk mencetak gol kedua mereka selama pertandingan Grup D Piala Dunia 2018 Rusia antara Nigeria dan Islandia di Volgograd Arena di Volgograd (22 Juni 2018). (Mark RALSTON / AFP)

Pada menit ke-75, Musa kembali membuat penggemar Nigeria yang memadati Volgograd Arena, bergemuruh lewat aksi “solo run” dari sisi kanan pertahanan Islandia yang diakhiri tendangan keras ke arah gawang Halldorsson dan merubah kedudukan 2-0 untuk Nigeria.

Baca juga: Islandia siap hadapi Nigeria di cuaca panas Volgograd

Akan tetapi, tim arahan Heimir Hallgrimsson-pun tak tinggal diam dan berusaha mati-matian membuka ruang untuk mencetak gol.

Peluang mengejar ketertinggalan itu akhirnya datang pada menit ke-83 usai Tyronne Ebuehi dianggap melakukan pelanggaran pada Alfred Finnbogason di kotak 12 pas.

Sayangnya, Gylfi Sigurdsson yang dipercaya menjadi eksekutor pinalti, gagal menyarangkan bola usai bola tendangannya melambung di atas mistar gawang Francis Uzoho. imagePemain depan Nigeria Kelechi Iheanacho (kiri) berebut bola dengan pemain tengah Islandia Aron Gunnarsson pada pertandingan Piala Dunia D Piala Dunia 2018 Rusia antara Nigeria dan Islandia di Volgograd Arena di Volgograd (22 Juni 2018). (NICOLAS ASFOURI / AFP)
Baca juga: Empat tim yang sudah lolos ke 16 besar Piala Dunia

Dengan gagalnya Islandia mengejar ketertinggalan, skor 2-0 untuk Nigeria tidak berubah hingga peluit tanda pertandingan berakhir dibunyikan.

Dengan hasil ini, Nigeria hanya butuh kemenangan di pertandingan terakhir lawan Argentina untuk lolos Grup D. Sedangkan Islandia yang sudah mengumpulkan satu poin, juga harus menang di pertarungan terakhir lawan pemuncak klasemen Kroasia jika tidak ingin pestanya di Piala Dunia perdananya ini, berakhir lebih cepat.

Susunan pemain:

Nigeria: Francis Uzoho, Kenneth Omeruo, William Troost-Ekong, Leon Balogun, Victor Moses, John Obi Mikel (kapten), Onyinye Wilfred Ndidi, Oghenekaro Etebo (90′, Alex Iwobi), Brian Idowu (46′, Tyronne Ebuehi), Ahmed Musa, Kelechi Iheanacho (85′, Odion Ighalo)

Islandia: Hannes Thor Halldorsson, Birkir Saevarsson, Kari Arnason, Ragnar Sigurdsson (65′, Sverrir Ingi Ingason), Hoerdur Magnusson, Rurik Gislason, Aron Gunnarsson (kapten, 87′, Ari Skulason), Gylfi Sigurdsson, Birkir Bjarnason, Jon Dadi Boedvarsson (71′, Bjoern Sigurdarson), Alfred Finnbogason

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2018