Partner of FM World Whatspp : 081261775397
Pembayaran dengan Transfer BCA, Mandiri

Palestina desak Messi agar tidak terlibat laga persahabatan di Yerusalem

Ramallah (ANTARA News) – Pimpinan Asosiasi Sepak Bola Palestina, Jibril Rajoub, meminta bintang Barcelona, Lionel Messi, agar tidak terlibat dalam pertandingan persahabatan antara Argentina melawan Israel di Yerusalem yang menurut rencana akan digelar pada pekan depan.

Jibril Rajoub bahkan mendesak para penggemar untuk membakar seragam hingga poster Messi yang mereka miliki apabila bintang Barcelona itu ikut bermain dalam pertandingan itu.

Rajoub sudah lama menuntut sanksi terhadap Israel, yang memiliki enam tim yang berkompetisi di liga namun bermarkas di permukiman Tepi Barat.

Pada konferensi pers di kota Ramallah, dia mengatakan kepada wartawan bahwa dia telah meminta pemerintah Argentina agar Messi untuk tidak ikut serta dalam pertandingan persahabatan itu.

“Pertandingan ini telah menjadi alat politik,” kata Rajoub dalam bahasa Arab dilansir AFP, Minggu.

“Pemerintah Israel mencoba memberikan arti politik dengan memaksa (pertandingan) diadakan di Yerusalem,” katanya.

“Messi adalah simbol perdamaian dan cinta,” kata Rajoub. “Kami meminta dia untuk tidak berpartisipasi dalam kejahatan kependudukan itu.”

Messi, tambahnya, “memiliki puluhan juta penggemar di negara-negara Arab dan muslim… Kami meminta semua orang untuk membakar baju mereka yang menanggung nama dan posternya.”

Saat dihubungi AFP, Kementerian Olahraga Israel tidak memberikan tanggapan sedangkan juru bicara Asosiasi Sepak Bola Israel tidak dapat dihubungi.

Pertandingan Israel-Argentina akan berlangsung di Stadion Teddy di Yerusalem yang memiliki kapasitas 31.733 kursi penonton. Tiket laga itu telah ludes terjual dalam waktu 20 menit pada bulan lalu.

Argentina bertandingan melawan Israel hanya berselang satu pekan sebelum pertandingan pertama di Piala Dunia melawan Islandia pada 16 Juni di Moskow. Di Grup D, Lionel Messi dan tim akan menghadapi Kroasia pada 21 Juni dan Nigeria pada 26 Juni.

Penerjemah: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2018