Partner of FM World Whatspp : 081261775397
Pembayaran dengan Transfer BCA, Mandiri

Visi dan Misi Cagub dan Cawagub DKI Jakarta 2016

Masalah Banjir

Salah satu yang cukup pelik itu adalah masalah banjir. Bagaimana pandangan dan program para bakal cagub dan cawagub DKI itu dalam menuntaskan masalah banjir di Ibu Kota? Berikut uraiannya dirangkum dari visi misi pasangan calon, Rabu (12/11/2016): Ahok-Djarot Bakal pasangan calon petahana ini membahas masalah dan program penyelesaian banjir secara khusus dalam visi misi sebanyak 22 halaman. Judul tulisan itu adalah Penanggulangan Banjir: Membebaskan Jakarta dari persoalan banjir menahun yang disebabkan oleh banjir kiriman, air pasang, dan distribusi aliran air hujan yang tidak merata. Berikut program kerjanya: 1. Mendorong percepatan penyediaan Ruang Terbuka Biru (RTB) sebesar 5% dengan menyelesaikan pembangunan 17 waduk dan 9 embung untuk menambah tampungan air: Waduk: Jagakarsa, Rawa Minyak, Pinang Ranti, Pondok Rangon 1, Kampung Rambutan, Cilangkap, Marunda, Lebak Bulus, Cilandak Marinir, Brigif, Kampung Rambutan 1, Cimanggis, Sunter Hulu, Pondok Rangon 2, Rawa Lindung, Kamal Longstorage, dan Pondok Rangon Embung: Cipedak, Lebak Bulus 3, Lapangan Merah, Kramat Jati, Haji Dogol, Sejuk Raya, Penganten Ali, Cendrawasih, Sunter Jaya. 2. Melanjutkan program pengembalian fungsi sungai dan kali yang sudah banyak ditempati hunian liar dan program relokasi warga ke rumah susun; mewajibkan lurah dan camat untuk memastikan tidak ada bangunan liar di atas seluruh saluran air di Jakarta, serta menyelesaikan normalisasi sungai melalui program JEDI. 3. Menambah kapasitas pompa air dua kali lipat dari kapasitas saat ini untuk mempercepat surutnya genangan dan tindakan preventif banjir, terutama di daerah-daerah yang rendah, dekat dengan aliran sungai, cekungan, dan kawasan Pantai Utara. 4. Melanjutkan pembangunan tanggul laut (NCICD A) di sepanjang pantai utara (Pantura) Jakarta untuk menyelesaikan banjir akibat air pasang. 5. Menghubungkan seluruh saluran air di Jakarta untuk mendistribusikan air hujan secara merata, serta membangun sistem pengawasan saluran air untuk mempercepat penanganan genangan dan banjir. 6. Otomatisasi pintu-pintu air dan pompa sesuai dengan ketinggian air, curah hujan, dan kondisi saluran air yang terkait. 7. Memperbanyak biopori dan sumur resapan melalui gerakan menabung air secara berkelanjutan. 8. Pembangunan waduk di hulu sungai melalui pemberian hibah untuk waduk kepada Pemda sekitar Jakarta untuk mengatur debit air yang masuk Jakarta. Agus-Sylviana Bakal pasangan calon Agus-Sylvi menuliskan visi, misi dan program mereka dalam 5 bab 40 halaman. Pada bab 1 (Jakarta Masa Kini), Agus-Sylviana menyebut banjir adalah salah satu dari 3 masalah utama di DKI selain macet dan sampah. Banjir juga jadi sasaran strategi dan arah kebijakan mereka. Isu banjir oleh Agus-Sylvi digabungkan dengan dengan isu keamanan yaitu: ‘Program Aksi untuk Mewujudkan Jakarta yang Aman’. Berikut uraiannya: a. Meningkatkan kualitas dan fungsi saluran dan drainase perkotaan. b. Meningkatkan kualitas normalisasi bantaran, saluran sungai, waduk, dan situ. c. Mencegah dan memberantas kriminalitas perkotaan dan premanisme. d. Meningkatkan kualitas taman dan ruang terbuka di wilayah-wilayah pemukiman. e. Membantu peningkatan efektivitas keterpaduan aparatur wilayah untuk keamanan (kelurahan, babinkamtibnas, babinsa). f. Meningkatkan infrastruktur monitoring dan pengawasan keamanan wilayah. g. Memberantas kejahatan penyalahgunaan narkoba. h. Mencegah dan memberantas ancaman terorisme. Anies-Sandiaga Dalam visi-misi yang dituangkan dalam 3 halaman, Anies-Sandiaga tidak merespons rinci masalah banjir Jakarta. Tidak ada kata banjir dalam uraian visi, misi ataupun program priortas mereka. Program yang relevan dengan banjir hanya ada pada program priortas ‘Perbaikan Lingkungan Hidup dan Tata Ruang Jakarta’. Pada poin 3 ada program: Mengatasi masalah air secara menyeluruh melalui penyusunan perencanaan bersama dengan daerah penyangga untuk memperkuat sumber daya airt beserta dampak ikutannya. Poin 4 menulis program terkait yaitu: Menerapkan kebijakan nol limpasan di dalam Jakarta dengan pemanfaatan teknologi tepat guna untuk memasukkan air ke dalam tanah dan mengolah air limbah. sumber : Detik.com